PociNews | Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Sidang ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia untuk mengetahui secara resmi kapan ibadah puasa akan dimulai.
Sidang isbat melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli falak, hingga instansi terkait. Proses penentuan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan langsung posisi bulan sabit) di sejumlah titik di Indonesia.
Hasil sidang nantinya akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama dan menjadi pedoman nasional dalam pelaksanaan awal Ramadan.
Momentum penentuan awal puasa tahun ini terasa semakin dinanti karena berdekatan dengan dinamika ekonomi masyarakat, khususnya kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Harga Cabai Tembus Rp89 Ribu
Berdasarkan pantauan harga pangan nasional, cabai rawit merah tercatat menyentuh angka Rp89.350 per kilogram di beberapa wilayah. Kenaikan ini terjadi menjelang Ramadan, periode yang identik dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Tak hanya cabai, harga bawang merah, bawang putih, dan daging ayam juga menunjukkan tren kenaikan meski masih dalam batas fluktuasi wajar. Para pedagang mengaku lonjakan permintaan biasanya mulai terasa satu hingga dua pekan sebelum Ramadan.
Pemerintah pusat dan daerah diharapkan melakukan langkah stabilisasi, seperti operasi pasar dan penguatan distribusi logistik, guna memastikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
Cuaca Jadi Faktor Penentu
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca ini turut memengaruhi distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke pasar-pasar utama.
Gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem kerap menjadi faktor penyebab kenaikan harga, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah rawan bencana.
Menyambut Ramadhan dengan Kesiapan
Di tengah dinamika tersebut, umat Islam di Indonesia tetap menyambut Ramadan dengan penuh optimisme dan semangat kebersamaan. Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga penguatan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari pembersihan masjid, penyusunan jadwal tarawih, hingga persiapan program sosial seperti pembagian takjil dan santunan.
Pemerintah pun diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama bulan suci.
Keputusan sidang isbat malam ini akan menjadi penanda resmi dimulainya Ramadan 1447 H. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah agar pelaksanaan ibadah berjalan seragam dan penuh khidmat.
Ramadan di depan mata. Kini, kesiapan spiritual dan kesiapan ekonomi menjadi dua hal yang berjalan beriringan.