Berita Utama

Di Balik Angka Rp6,5 Miliar: Makna Politik dan Simbolik Lukisan SBY

A
Admin
19 Feb 2026
Di Balik Angka Rp6,5 Miliar: Makna Politik dan Simbolik Lukisan SBY

Ilustrasi: Pemenang lelang lukisan Kuda Api SBY, Dato Low Tuck Kwong

PociNews | Jakarta : Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terjual dengan harga fantastis Rp6,5 miliar dalam acara perayaan Imlek yang digelar di Djakarta Theater, Kamis (19/2/2026).

Lukisan berukuran 130 x 80 sentimeter itu menampilkan seekor kuda biru berlari dengan surai api berwarna oranye—merepresentasikan shio Kuda Api di Tahun Baru Imlek 2477 Kongzili. Namun, nilai lukisan tersebut tampaknya melampaui sekadar estetika visual.

“Kenapa saya pilih lukisan ini? Karena ini tahun kuda api,” ujar SBY dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa kuda api melambangkan kekuatan, energi, determinasi, serta semangat menuju pencapaian besar. Menariknya, figur kuda yang menyala itu hadir dalam balutan warna biru yang teduh. “Biru di sini melambangkan peace,” tambahnya, menggambarkan keseimbangan antara energi dan kedamaian.

SBY juga menyebut karya tersebut sebagai doa—agar Indonesia dan Partai Demokrat terus melaju dengan cara-cara yang jujur, demokratis, dan beretika.

Lelang dibuka dari harga Rp200 juta dan melonjak cepat hingga mencapai Rp6,5 miliar. Penawaran tertinggi datang dari Dato Low Tuck Kwong, pengusaha tambang dan pemilik PT Bayan Resources Tbk. Angka ini pun memantik pertanyaan publik: apakah ini murni soal seni, bentuk solidaritas politik, atau simbol dukungan terhadap figur dan partai?

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa seluruh hasil lelang akan digunakan untuk kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan. Dana tersebut, kata AHY, akan disalurkan kepada masyarakat prasejahtera, korban bencana, serta komunitas keturunan Tionghoa.

Perayaan Imlek malam itu berlangsung meriah. Aula Djakarta Theater dipenuhi kader Demokrat keturunan Tionghoa dan para tamu undangan. Pertunjukan barongsai, Tari Liong, hingga Bian Lian dari Opera Sichuan menambah semarak suasana. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, pengusaha James Riady dan Siti Hartati Murdaya, hingga legenda bulu tangkis Susi Susanti.

Lantas, mengapa lukisan SBY laku Rp6,5 miliar?

Karena ia bukan hanya lukisan. Ia adalah pertemuan antara seni, momentum budaya, panggung politik, jejaring kekuasaan, serta narasi tentang harapan dan solidaritas. Di atas kanvas itu, ada kuda yang berlari. Di luar kanvas, ada makna yang ikut bergerak dan nilainya, bagi sebagian orang, jauh melampaui angka di papan lelang.

Bagikan: