Pendidikan

Dari Sampah Jadi Berkah: Gerakan Mahasiswa KKN IBN Tegal Bangun Harmoni Lingkungan di Pengabean

A
Admin
01 Feb 2026
Dari Sampah Jadi Berkah: Gerakan Mahasiswa KKN IBN Tegal Bangun Harmoni Lingkungan di Pengabean

Ilustrasi: Ibu-ibu PKK Desa Pengabean menikmati kegiatan Mahasiswa KKN IBN Tegal

PociNews | Dukuhturi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal menggelar kegiatan sosialisasi Pemberdayaan Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Terpadu dan Berkelanjutan, Sabtu (1/2/2026), bertempat di Balai Desa Pengabean.

Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Lingkungan Lestari: Integrasi Pengelolaan Bank Sampah, Pengolahan Kompos Mandiri, dan Pemanfaatan TOGA Bunga Rosella.” Sosialisasi bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara terpadu, bernilai guna, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pengabean, Achsan Baehaki, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Saya berharap masyarakat Desa Pengabean semakin peduli terhadap lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. Jika dikelola dengan baik, sampah bukan hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi warga,” ujarnya.

Rocki Purnando salah satu narasumber kegiatan dengan Mahasiswa KKN IBN Tegal

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap RW dan RT se-Desa Pengabean. Hadir pula dua narasumber, yakni Erni Sofiyati dan Rocki Purnando, yang menyampaikan materi seputar pengelolaan bank sampah, teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos mandiri, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), khususnya bunga rosella.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN IBN Tegal Desa Pengabean, Faiz, menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Pengabean untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Semoga ilmu yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Faiz.

Antusiasme warga, khususnya ibu-ibu PKK, tampak dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, baik saat pemaparan materi maupun sesi diskusi. Dengan sinergi antara pemerintah desa, mahasiswa KKN, narasumber, dan masyarakat, diharapkan Desa Pengabean mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Bagikan: