PociNews | Yogyakarta : Di tengah riuhnya panggung politik yang sering dipenuhi sorot kamera dan perdebatan angka-angka anggaran, ada satu jalan yang tidak semua orang sanggup menempuhnya yaitu jalan sunyi pembinaan, jalan yang di pilih Bahkrun Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Partai Keadillan Sejahtera
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, ia bisa saja larut dalam rutinitas rapat, nota dinas, dan agenda seremonial. Namun bagi Bakhrun, puncak jabatan bukanlah tentang kursi empuk dan mikrofon sidang. Amanah, baginya, adalah soal hadir untuk menyentuh, mendengar, dan membina masyarakatnya.
Tak banyak legislator yang mampu menjaga konsistensi membina masyarakat di tengah padatnya jadwal kedewanan. Tapi Bakhrun justru membuktikan sebaliknya. Ia merawat tujuh Unit Pembinaan Anggota (UPA) secara aktif. Tujuh kelompok, tujuh ruang tumbuh, tujuh simpul harapan yang terus ia dampingi dengan sabar.
Kerja sunyi itu akhirnya mendapat pengakuan. Dalam agenda Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah di Yogyakarta, Kamis (12/2/2026), Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menyerahkan langsung penghargaan kepada Bakhrun sebagai legislator dengan Unit Pembinaan Anggota terbanyak se-Jawa Tengah.
Penghargaan itu bukan sekadar plakat. Ia adalah simbol dari kerja yang jarang terlihat, tapi terasa dampaknya.
Perjalanan Bakhrun bukanlah cerita instan. Sejak menamatkan pendidikan di SMU Negeri 4 Kota Tegal tahun 1997, semangat belajarnya tak pernah padam. Ia melanjutkan studi di Universitas Islam Attahiriyah hingga meraih gelar sarjana, lalu menuntaskan magister kenotariatan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Namun gelar akademik tidak menjadikannya berjarak. Justru menjadi bekal untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dengan pendekatan humanis.
Di hadapan ratusan peserta Bimtek yang mengusung semangat Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju, Bakhrun berdiri bukan hanya sebagai penyusun regulasi. Ia hadir sebagai figur yang memilih tetap dekat dengan rakyat kecil.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menegaskan bahwa kekuatan politik sejati lahir dari akar rumput yang terawat. Bimbingan teknis, katanya, bukan sekadar forum koordinasi, melainkan momentum menyatukan frekuensi hati seluruh kader agar tetap berpihak kepada rakyat.
“Bimbingan teknis ini adalah langkah krusial untuk menyinkronkan gerakan demi mencapai target di Jawa Tengah, utamanya program K2P2 yang dicanangkan DPP PKS,” tegasnya.
Pesan itu jelas. Kemenangan bukan hanya soal elektabilitas, tetapi kualitas manusia, kader yang tangguh, proses kaderisasi yang hidup, serta pelayanan publik yang nyata.
Kisah Bakhrun mengingatkan kita, bahwa politik yang dijalani dengan cinta dan ketelatenan akan selalu menemukan jalannya sendiri ke hati masyarakat.
Karena sejatinya, jabatan akan selesai pada waktunya. Tetapi pembinaan yang dilakukan dengan tulus akan terus hidup dalam jiwa-jiwa yang disentuhnya. Dan mungkin, di sanalah makna sejati dari sebuah pengabdian.
Source:pks.id